Ad

Parada LKDR: Festival Tandak Intan Kaharingan Ajang Pembinaan Umat dan Pelestarian Budaya Lokal

Puruk Cahu, Kabar Borneo News– Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tira Tangka Balang di Kota Puruk Cahu kembali menjadi saksi gelaran budaya dan spiritual tahunan yang sarat makna. Festival Tandak Intan Kaharingan ke-X Tingkat Kabupaten Murung Raya Tahun 2025 resmi dibuka, menandai pelaksanaan ke-10 di tingkat kabupaten dan ke-12 di tingkat provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam wawancara di sela acara pembukaan yang digelar pada Senin, 21 Juli 2025, Ketua LPT-IK (Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan) Provinsi Kalimantan Tengah, Parada LKDR, menyampaikan bahwa festival ini bukan hanya ajang seni budaya, tetapi merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah dalam pembinaan umat beragama, khususnya pemeluk Kaharingan.

"Festival ini adalah wujud perhatian pemerintah. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat bisa merasakan langsung bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap pembinaan keagamaan mereka," ujar Parada.

Menurut Parada, pembinaan keagamaan tidak cukup hanya dilakukan di ruang-ruang formal, tetapi juga harus menyentuh ruang-ruang ekspresi dan budaya seperti festival ini.

 "Upaya pembinaan dilakukan lewat berbagai cara. Tidak hanya melalui lembaga pendidikan dan perguruan tinggi, tetapi juga lewat ajang seperti Tandak Intan Kaharingan ini. Harapan kita, generasi muda bisa memahami kitab suci mereka dan bisa berdaya secara spiritual dan sosial," jelasnya.

Festival tahun ini menghadirkan 12 kategori lomba dengan lebih dari 50 kriteria penilaian. Beberapa di antaranya adalah:

Kendayu (putra/putri perorangan)
Menanda
Tarung
Tari
Pembacaan Kitab Suci
Dharma Wacana / Pendet

Dari sekian banyak kategori, Kendayu dinilai sebagai kategori paling bergengsi, karena menuntut kemampuan vokal, penghayatan, dan penguasaan nilai-nilai spiritual dalam menyampaikan syair keagamaan Kaharingan.

Menanggapi kekhawatiran sebagian pihak terhadap masuknya budaya-budaya luar yang dianggap dapat mengikis ajaran agama dan budaya lokal, Parada menyatakan optimisme dan keyakinannya.

 "Kami percaya budaya lokal tidak akan hilang, karena nilai-nilai itu sudah tertanam kuat dalam ajaran agama Kaharingan sendiri. Selama ajaran itu masih hidup, maka budaya lokal akan tetap lestari," tandasnya.

Festival ini pun mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Murung Raya dan partisipasi masyarakat yang tinggi. Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan, memperkuat spiritualitas, serta membina generasi muda dalam menjaga jati diri dan kearifan lokal.

(Sem Firdas)
Baca Juga:
https://www.kabarborneonews.com/2025/07/parada-lkdr-festival-tandak-intan.html

Berita Terbaru

  • Parada LKDR: Festival Tandak Intan Kaharingan Ajang Pembinaan Umat dan Pelestarian Budaya Lokal
  • Parada LKDR: Festival Tandak Intan Kaharingan Ajang Pembinaan Umat dan Pelestarian Budaya Lokal
  • Parada LKDR: Festival Tandak Intan Kaharingan Ajang Pembinaan Umat dan Pelestarian Budaya Lokal
  • Parada LKDR: Festival Tandak Intan Kaharingan Ajang Pembinaan Umat dan Pelestarian Budaya Lokal
  • Parada LKDR: Festival Tandak Intan Kaharingan Ajang Pembinaan Umat dan Pelestarian Budaya Lokal
  • Parada LKDR: Festival Tandak Intan Kaharingan Ajang Pembinaan Umat dan Pelestarian Budaya Lokal

Posting Komentar

Ad
Ad