Ad

Layanan Kesehatan Vakum, Warga Desa Haragandang Desak Penempatan Tenaga Medis Menetap

thumbnail



Muara Teweh - Masyarakat Desa Haragandang, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, menyampaikan keluhan mendalam terkait kekosongan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah mereka. Aspirasi ini disampaikan langsung oleh perwakilan warga, Arbaduni, di hadapan sejumlah anggota DPRD Barito Utara yang tengah melakukan kunjungan kerja ke desa setempat pada Kamis (5/2/2026). Warga menyayangkan kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang megah namun tidak berfungsi optimal karena absennya petugas medis.

Arbaduni menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur kesehatan di desanya saat ini seolah kehilangan esensi karena tidak ada perawat maupun bidan yang tinggal menetap untuk melayani masyarakat. “Percuma membangun pustu dengan bangunan megah kalau tidak ada tenaga medisnya, baik perawat maupun bidan,” ujar Arbaduni dengan nada kecewa. Ia membeberkan bahwa tenaga medis biasanya hanya terlihat sesaat ketika ada jadwal kegiatan Posyandu saja.

Kondisi minimnya pelayanan kesehatan ini dilaporkan telah memicu dampak fatal bagi keselamatan jiwa penduduk desa. Arbaduni mengungkapkan fakta memilukan di mana terdapat dua kasus kematian ibu saat akan melahirkan akibat ketiadaan bidan di tempat untuk memberikan pertolongan pertama. “Keluhan kami di sini karena sudah dua kali warga meninggal dunia saat akan melahirkan karena bidan atau tenaga medis tidak ada di desa,” ungkapnya dengan penuh keprihatinan.

Masalah ini semakin ironis mengingat fasilitas pendukung di Desa Haragandang sebenarnya sudah sangat memadai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Desa tersebut kini telah memiliki akses listrik 24 jam, jaringan internet yang stabil, hingga rumah dinas tenaga kesehatan yang baru saja rampung dibangun pada tahun 2024. Namun, segala fasilitas penunjang tersebut belum mampu menarik atau memastikan kehadiran tenaga medis untuk menetap dan melayani warga secara berkelanjutan.

Menanggapi realita di lapangan, anggota DPRD Barito Utara, Jiham Nur, menyatakan keprihatinan mendalam dan berjanji akan segera membawa persoalan ini ke tingkat pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia merupakan pilar utama yang tidak boleh diabaikan dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. “Kami sangat prihatin mendengar keluhan warga. Keberadaan tenaga kesehatan sangat penting, terlebih untuk pelayanan dasar masyarakat di desa terpencil,” tegas Jiham Nur.

Dukungan senada juga disampaikan oleh Patih Herman AB, anggota legislatif lainnya yang mendesak Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk mengevaluasi kedisiplinan tenaga kesehatan di daerah terpencil. Ia meminta dinas terkait memastikan petugas medis menetap di lokasi penempatan sesuai dengan tanggung jawabnya agar hak dasar masyarakat atas kesehatan terpenuhi. “Jangan sampai fasilitas sudah bagus tetapi pelayanan kesehatan tidak berjalan. Ini harus menjadi perhatian serius agar masyarakat mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak,” pungkasnya.

Baca Juga:
https://www.kabarborneonews.com/2026/05/layanan-kesehatan-vakum-warga-desa.html

Berita Terbaru

  • Layanan Kesehatan Vakum, Warga Desa Haragandang Desak Penempatan Tenaga Medis Menetap
  • Layanan Kesehatan Vakum, Warga Desa Haragandang Desak Penempatan Tenaga Medis Menetap
  • Layanan Kesehatan Vakum, Warga Desa Haragandang Desak Penempatan Tenaga Medis Menetap
  • Layanan Kesehatan Vakum, Warga Desa Haragandang Desak Penempatan Tenaga Medis Menetap
  • Layanan Kesehatan Vakum, Warga Desa Haragandang Desak Penempatan Tenaga Medis Menetap
  • Layanan Kesehatan Vakum, Warga Desa Haragandang Desak Penempatan Tenaga Medis Menetap

Posting Komentar

Ad
Ad