PDAM Danum Pambelom Alihkan Intake ke Sungai Barito, Upaya Jaga Pasokan Air Bersih Saat Kemarau
PURUK CAHU, Kabar Borneo News– Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Pambelom Kabupaten Murung Raya mengambil langkah strategis dengan memindahkan sistem pengambilan air baku dari intake Dirung Undai dan Dirung Kerengkang ke intake Sungai Barito. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan distribusi air bersih di tengah menurunnya debit air akibat musim kemarau.
Direktur PDAM Danum Pambelom, Kelong, kepada awak media pada Jumat (24/7/2026), menjelaskan bahwa gangguan pelayanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan oleh kerusakan jaringan distribusi, melainkan karena sumber air baku di dua intake sebelumnya mengalami penurunan debit yang cukup signifikan setelah sekitar dua pekan tanpa curah hujan yang memadai.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasokan air tidak lagi mencukupi kebutuhan produksi sehingga perusahaan harus segera mencari alternatif sumber air baku yang lebih stabil. Sungai Barito dipilih karena hingga saat ini masih memiliki debit air yang memadai untuk diolah menjadi air bersih.
Untuk mendukung proses tersebut, PDAM Danum Pambelom berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Murung Raya dalam pemanfaatan pompa berkapasitas lebih besar. Proses pemindahan peralatan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembongkaran pompa lama, pemasangan instalasi baru, penyambungan jaringan perpipaan, hingga pengujian sistem sebelum dioperasikan.
Kelong mengatakan seluruh rangkaian pekerjaan berhasil diselesaikan dan sistem baru mulai beroperasi pada Kamis (23/7/2026). Setelah melewati tahapan uji coba, air baku dari Sungai Barito mulai diproduksi dan didistribusikan secara bertahap kepada pelanggan.
Meski produksi telah kembali berjalan, distribusi air belum dapat langsung normal karena jaringan perpipaan yang sebelumnya kosong selama beberapa hari harus terisi penuh terlebih dahulu agar tekanan air kembali stabil. Proses tersebut membutuhkan waktu sehingga aliran air ke seluruh pelanggan dilakukan secara bertahap.
Di tengah proses pemulihan, PDAM kembali menghadapi kendala akibat pemadaman listrik yang menghentikan operasional pompa. Kelong menjelaskan bahwa seluruh sistem pengambilan, pengolahan, hingga distribusi air bergantung pada pasokan listrik sehingga gangguan listrik otomatis berdampak pada pelayanan.
Meski demikian, ia memastikan seluruh jajaran PDAM Danum Pambelom terus bekerja maksimal untuk mempercepat normalisasi layanan. Menurutnya, pemindahan sistem perpompaan ke Sungai Barito merupakan solusi terbaik yang dapat ditempuh saat ini guna menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat di tengah musim kemarau.
Di akhir keterangannya, Kelong menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya pelayanan. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan kritik dan masukan yang konstruktif sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Kabupaten Murung Raya.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan selama proses normalisasi berlangsung. Dukungan dan masukan dari masyarakat akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan yang lebih baik ke depan," tutupnya.
(Lana)
Posting Komentar