Ad

Kemarau Melanda, Distanikan Murung Raya Ingatkan Petani Waspadai Pembukaan Lahan

PURUK CAHU, Kabar Borneo News— Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Murung Raya mengingatkan masyarakat, khususnya petani, agar meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan pembukaan lahan di tengah kondisi musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Murung Raya, Sri Karyawati, mengatakan, sebagian masyarakat masih mengandalkan metode tradisional dalam mempersiapkan lahan untuk kegiatan berladang. Namun, penggunaan api pada musim kemarau memiliki risiko yang lebih besar karena kondisi lahan dan vegetasi relatif kering.

Ia meminta petani tidak melakukan pembakaran lahan dalam skala luas. Apabila terdapat aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan api, masyarakat diminta memastikan kegiatan tersebut benar-benar terkendali dan tidak berpotensi menimbulkan kebakaran yang meluas.

“Memang ada aturan yang mengatur mengenai pembakaran lahan. Tetapi kita juga memahami bahwa berladang menjadi bagian dari aktivitas dan mata pencaharian masyarakat. Karena itu, kami mengimbau agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan pembakaran secara besar-besaran dan apabila menggunakan api harus benar-benar diawasi,” ujar Sri Karyawati, Kamis (3/9/2026).

Ketersediaan Air Menjadi Kendala Pertanian

Selain ancaman kebakaran, musim kemarau turut memberikan dampak terhadap aktivitas pertanian di sejumlah wilayah Murung Raya. Ketersediaan air yang semakin terbatas membuat petani harus menyesuaikan kegiatan bercocok tanam.

Menurut Sri, beberapa lahan pertanian, termasuk area persawahan dan tanaman hortikultura, mulai mengalami kekurangan air. Sejumlah tempat penampungan air dan bendungan kecil yang biasa dimanfaatkan petani juga mengalami penurunan debit bahkan sebagian mulai mengering.

“Hampir seluruh lahan pertanian kita terdampak kekeringan. Beberapa tempat penampungan air sudah mulai kering dan ada yang tidak berfungsi maksimal. Kondisi ini juga dirasakan petani sayuran yang kesulitan memperoleh air,” katanya.

Ia memperkirakan kondisi kemarau masih akan berlangsung hingga September. Oleh sebab itu, petani diminta memperhatikan ketersediaan air sebelum menentukan jumlah maupun jenis tanaman yang akan dibudidayakan.

Dinas Pertanian juga menyarankan petani mengurangi skala penanaman apabila sumber air belum memadai. Untuk tanaman tertentu, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah dengan menggunakan pot atau polybag agar kebutuhan air lebih mudah dikontrol.

Bibit Cabai Disiapkan untuk Dimanfaatkan Masyarakat

Di tengah keterbatasan air, Dinas Pertanian dan Perikanan Murung Raya juga terus mengoptimalkan pemanfaatan bibit tanaman yang telah tersedia.

Salah satunya adalah bibit cabai yang saat ini telah siap ditanam di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Bibit tersebut direncanakan dibagikan kepada sejumlah perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, serta TP-PKK.

Sri berharap bibit yang disalurkan dapat dirawat dengan baik oleh penerima. Mengingat kondisi kemarau, perawatan tanaman, terutama pemenuhan kebutuhan air, menjadi hal yang harus diperhatikan agar bibit dapat tumbuh secara optimal.

Penanaman di Rest Area Mini Menunggu Kondisi Cuaca

Sementara itu, rencana pengembangan Rest Area Mini sebagai salah satu kawasan yang diarahkan menjadi agrowisata masih terus dilakukan secara bertahap.

Untuk sementara, penanaman bibit tanaman buah di kawasan tersebut dihentikan karena kondisi tanah dan cuaca yang masih kering. Meski demikian, kegiatan pemeliharaan kawasan tetap berjalan.

Petugas secara rutin melakukan pembersihan dan perawatan area setiap minggu. Dinas Pertanian juga berencana melakukan pembenahan kolam apabila dukungan anggaran tersedia pada tahun ini.

“Penanaman bibit buah sementara kita hentikan karena kondisi cuaca masih kering. Tetapi pemeliharaan kawasan tetap dilakukan setiap minggu. Kalau anggaran tersedia, kita juga merencanakan pembenahan kolam. Harapannya kawasan ini dapat terus dikembangkan sebagai salah satu tujuan agrowisata di Murung Raya,” jelasnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Murung Raya kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadapi musim kemarau dengan bijak, terutama dalam menghemat air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan maupun kawasan pertanian.

(RED)
Baca Juga:
https://www.kabarborneonews.com/2026/09/kemarau-melanda-distanikan-murung-raya.html

Berita Terbaru

  • Kemarau Melanda, Distanikan Murung Raya Ingatkan Petani Waspadai Pembukaan Lahan
  • Kemarau Melanda, Distanikan Murung Raya Ingatkan Petani Waspadai Pembukaan Lahan
  • Kemarau Melanda, Distanikan Murung Raya Ingatkan Petani Waspadai Pembukaan Lahan
  • Kemarau Melanda, Distanikan Murung Raya Ingatkan Petani Waspadai Pembukaan Lahan
  • Kemarau Melanda, Distanikan Murung Raya Ingatkan Petani Waspadai Pembukaan Lahan
  • Kemarau Melanda, Distanikan Murung Raya Ingatkan Petani Waspadai Pembukaan Lahan

Posting Komentar

Ad
Ad