Pawai Ta’aruf MTQ XI Meriahkan Laung Tuhup, Kafilah 10 Kecamatan Tunjukkan Semangat Syiar Islam
Puruk Cahu, Kabar Borneo News– Suasana Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, semakin semarak dengan digelarnya Pawai Ta’aruf dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Kabupaten Murung Raya Tahun 2026, Kamis (24/9/2026).
Pawai yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan MTQ tersebut diikuti kafilah dari 10 kecamatan se-Kabupaten Murung Raya. Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme para peserta dan masyarakat yang turut menyaksikan jalannya pawai.
Pelepasan Pawai Ta’aruf dipusatkan di halaman Masjid Arifin Noor. Kegiatan tersebut dilepas atas nama Bupati Murung Raya Heriyus M. Yoseph melalui Kepala DP3ADALDUK Murung Raya, Firman Prihatin, dengan ditandai pengibaran bendera start.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Pawai Ta’aruf MTQ XI Tingkat Kabupaten Murung Raya Tahun 2026 pada hari ini secara resmi saya nyatakan dilepas,” ujar Firman saat melepas peserta pawai.
Setelah dilepas, rombongan kafilah bergerak dari Masjid Arifin Noor menuju Gelora Pembangunan SMP Negeri 1 Laung Tuhup yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan rangkaian MTQ XI.
Kehadiran kafilah dari seluruh kecamatan tidak hanya menambah kemeriahan kegiatan, tetapi juga memperlihatkan semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Murung Raya.
Pawai Ta’aruf juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara para kafilah, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyampaikan pesan dan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat melalui rangkaian kegiatan yang bernuansa religius.
MTQ XI Tingkat Kabupaten Murung Raya Tahun 2026 berlangsung pada 24–27 September 2026 dengan Kecamatan Laung Tuhup sebagai tuan rumah. Berbagai agenda telah disiapkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, sekaligus menyemarakkan syiar Islam di wilayah Kabupaten Murung Raya.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an terus tumbuh, tidak hanya dalam kemampuan membaca dan melantunkannya, tetapi juga dalam memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.(Red)
Posting Komentar