Ad

Temu Karya Karang Taruna Murung Raya Jadi Momentum Perkuat Karakter Pemuda

Puruk Cahu, Kabar Borneo News— Acara Temu Karya Luar Biasa Karang Taruna Kabupaten Murung Raya berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai momentum sakral dalam proses regenerasi organisasi. Bertempat di Gedung Dewan Adat Dayak (DAD) Murung Raya, acara ini dihadiri oleh pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan dan kabupaten, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.
(29/7/2025)

Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah, Chandra Ardinata, menyampaikan sambutan yang sarat nilai kepemimpinan dan semangat kesetiakawanan. Ia mengawali pidato dengan ucapan selamat datang, salam keagamaan, dan salam adat Dayak, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan kearifan lokal.

Menurut Chandra, acara ini bukan sekadar kegiatan seremonial organisasi, tetapi merupakan momen penting dalam gerakan sosial kebudayaan Karang Taruna. Ia menyebutnya sebagai ajang silaturahmi strategis sekaligus titik sakral regenerasi kepemimpinan pemuda di Kabupaten Murung Raya.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bung Heru, Ketua Karang Taruna Kabupaten Murung Raya sebelumnya, atas pengabdiannya selama satu tahun sepuluh bulan. Ia menilai Bung Heru sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya menjalankan jabatan, namun benar-benar menghidupkan organisasi, baik dalam suasana ramai maupun di tengah kesunyian.

“Beliau hadir dalam tiga kegiatan provinsi dan aktif di berbagai kegiatan lain di Kalimantan Tengah. Karang Taruna Murung Raya menjadi salah satu yang paling aktif di provinsi ini, bahkan mendapat perhatian di tingkat kementerian,” ujar Chandra.

Ia menambahkan, keaktifan Karang Taruna Murung Raya terlihat jelas melalui media sosial dan pelaporan kegiatan yang konsisten. Ini mencerminkan manajemen organisasi yang rapi dan kepemimpinan yang berorientasi pada kontribusi nyata, bukan hanya formalitas jabatan.

Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa Karang Taruna membutuhkan sosok pemimpin yang mampu bertahan bukan hanya saat ramai, tetapi juga tangguh di tengah sepi. “Pemimpin sejati adalah mereka yang menjadi teladan, yang dikenal dan dikenang bukan karena jabatannya, melainkan karena keteladanannya. Itulah pemimpin ‘top of mind’,” tegasnya.

Chandra juga menasihati pemimpin baru Karang Taruna Murung Raya agar belajar dari Bung Heru: memimpin dengan hati, bukan sekadar strategi. Ia mendorong agar kepemimpinan Karang Taruna tetap dekat dengan masyarakat, menjadi solusi atas persoalan sosial, dan menjunjung tinggi nilai kesetiakawanan.

Ia menutup sambutannya dengan pesan bahwa nilai Karang Taruna tidak diukur dari kekuasaan atau popularitas semata, tetapi dari manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. “Nilai organisasi ini ada pada pengabdian dan solidaritasnya. Semangat kesetiakawanan harus terus dijaga,” pungkas Chandra.

Acara ini menjadi tonggak penting bagi Karang Taruna Kabupaten Murung Raya untuk terus tumbuh sebagai organisasi kepemudaan yang matang, dinamis, dan terbuka terhadap perubahan, dengan harapan melahirkan pemimpin muda yang tidak hanya cakap secara struktural, tetapi juga kuat secara emosional dan sosial.

(Sem firdaus)
Baca Juga:
https://www.kabarborneonews.com/2025/07/temu-karya-karang-taruna-murung-raya.html

Berita Terbaru

  • Temu Karya Karang Taruna Murung Raya Jadi Momentum Perkuat Karakter Pemuda
  • Temu Karya Karang Taruna Murung Raya Jadi Momentum Perkuat Karakter Pemuda
  • Temu Karya Karang Taruna Murung Raya Jadi Momentum Perkuat Karakter Pemuda
  • Temu Karya Karang Taruna Murung Raya Jadi Momentum Perkuat Karakter Pemuda
  • Temu Karya Karang Taruna Murung Raya Jadi Momentum Perkuat Karakter Pemuda
  • Temu Karya Karang Taruna Murung Raya Jadi Momentum Perkuat Karakter Pemuda

Posting Komentar

Ad
Ad