Dari Lumpur ke Kebersamaan Wabup Rahmanto Muhidin Ikuti Trail Adventure Kapuas 2026
Puruk Cahu, Kabar Borneo News– Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menunjukkan sisi kepemimpinan yang berbeda dengan turun langsung mengikuti kegiatan Bupati Kapuas Trail Adventure & Trail Game 2026 pada Sabtu (18/04/2026) di Kuala Kapuas.
Bagi Rahmanto, medan berlumpur dan jalur ekstrem bukan sekadar tantangan fisik, melainkan ruang untuk membangun kebersamaan lintas daerah. Ia menyebut, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarpemimpin daerah di Kalimantan.
“Kuala Kapuas bukan sekadar tanah basah—ia menjadi ruang uji kebersamaan. Di sini kita tidak hanya memacu motor, tetapi juga memacu kedekatan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para kepala daerah dan peserta lainnya tampak menyatu tanpa sekat jabatan. Di tengah lintasan penuh lumpur, tikungan tajam, serta deru mesin motor trail, suasana keakraban begitu terasa. Tidak ada lagi batas formalitas—yang ada hanya semangat kebersamaan dan solidaritas.
Rahmanto menegaskan, kepemimpinan tidak selalu harus ditunjukkan melalui forum resmi atau ruang rapat. Menurutnya, kehadiran langsung di tengah kegiatan masyarakat, termasuk dalam ruang hobi seperti trail adventure, justru mampu menciptakan kedekatan yang lebih autentik.
“Memimpin itu bukan hanya soal meja dan rapat. Tapi tentang hadir di ruang yang sama, merasakan denyut yang sama, dan berjalan bersama masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai bahwa kegiatan trail adventure memiliki makna filosofis dalam kepemimpinan.
Selain menguji keberanian dan ketangguhan, kegiatan ini mencerminkan sikap siap menghadapi tantangan serta kemampuan untuk tetap melaju meski dalam kondisi sulit.
“Trail ini bukan sekadar hobi. Ini bahasa lain dari kepemimpinan: berani turun, siap kotor, dan tetap melaju bersama,” tambahnya.
Kegiatan Bupati Kapuas Trail Adventure & Trail Game 2026 sendiri menjadi ajang yang tidak hanya menguji adrenalin, tetapi juga memperkuat sinergi antarwilayah.
Kehadiran Wakil Bupati Murung Raya tersebut menjadi simbol komitmen dalam membangun hubungan yang lebih erat antar daerah di Kalimantan, demi mendorong pembangunan yang lebih kolaboratif ke depan.
(Lana)
Posting Komentar